gerakanaktualnews.com, SAMARINDA – Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Kalimantan Timur kembali menggelar turnamen futsal GPFI Cup.
Memasuki penyelenggaraan ke-12, turnamen ini digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antarinsan kesehatan dan pelaku usaha farmasi.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Vivo, Samarinda, Minggu (09/08/2026), dengan melibatkan sebanyak 14 tim dari berbagai unsur di bidang kesehatan dan pemerintahan.

Ketua Panitia GPFI Cup ke-12, Alif Noviadi dari PT Millennium Pharmacon Internasional Tbk, mengatakan turnamen futsal tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan GPFI Kaltim.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi ke-12 dari turnamen GPFI Cup.
“Turnamen ini sebenarnya kegiatan rutin dari GPFI. Intinya untuk menjalin silaturahmi antara PBF, Dinas Kesehatan dan stakeholder lainnya, sehingga ke depan koordinasi bisa berjalan lebih baik,” kata Alif Noviadi di Lapangan Vivo, Minggu (09/08/2026).
Ia menjelaskan, peserta yang ambil bagian dalam turnamen tersebut berasal dari sejumlah unsur kesehatan dan pemerintahan. Di antaranya Dinas Kesehatan, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Samarinda serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda.
Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mencari prestasi olahraga, tetapi juga menjadi wadah membangun komunikasi dan memperkuat hubungan antarpihak yang selama ini terlibat dalam sektor kesehatan dan farmasi.
Sistem pertandingan GPFI Cup ke-12 juga tidak langsung selesai dalam satu hari. Pertandingan pembuka digelar pada Minggu (09/08/2026), kemudian dilanjutkan pada 16 Agustus untuk babak berikutnya. Sementara partai final dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2026.

Ketua GPFI Kalimantan Timur, Teguh, menegaskan bahwa semangat utama penyelenggaraan GPFI Cup bukan semata-mata mengejar kemenangan di lapangan.
“GPFI Cup ini sudah rutin dilaksanakan.
Kegiatannya tidak melulu untuk prestasi, tetapi lebih condong kepada silaturahmi. Kita memang bersaing di lapangan, tetapi jangan sampai persaingan di pasar membuat tali silaturahmi terputus,” kata Teguh.
Ia menyebut, konsistensi penyelenggaraan hingga memasuki edisi ke-12 menjadi bukti bahwa komunikasi dan hubungan antarpelaku usaha farmasi di Kalimantan Timur tetap terjaga.
Karena itu, GPFI berharap turnamen serupa dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak, tidak hanya dari kalangan insan farmasi, tetapi juga pemerintah, regulator maupun stakeholder lain yang bergerak di bidang kesehatan.
“Yang penting tujuan kita adalah silaturahmi terus berjalan dengan baik. Harapannya kegiatan ini tidak hanya diikuti insan farmasi, tetapi juga stakeholder lain yang bergerak di bidang kesehatan dan sektor terkait,” jelasnya.
Teguh menambahkan, keterlibatan pemerintah dan regulator dalam GPFI Cup juga menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi. Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah dan regulator diharapkan dapat terus terjaga sehingga masing-masing pihak dapat menjalankan perannya secara profesional dan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Samarinda, Agung Kurniawan, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan GPFI Cup ke-12. Menurutnya, kegiatan olahraga tersebut menjadi momentum positif untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus mempererat hubungan antara BBPOM Samarinda dengan pelaku usaha farmasi.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang digagas GPFI Kaltim. Kami turut memeriahkan dan hadir di sini sebagai momentum menyemangati bersama dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dan pelaksanaan GPFI Cup,” ujar Agung.
Menurutnya, hubungan antara BBPOM Samarinda dan GPFI tidak hanya sebatas hubungan kerja dalam pengawasan obat dan makanan. Lebih dari itu, diperlukan keharmonisan, komunikasi dan kolaborasi agar peran masing-masing pihak dalam mengawal kesehatan masyarakat dapat berjalan optimal.
Agung berharap kegiatan seperti GPFI Cup dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Baginya, kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk menjaga silaturahmi antara pemerintah dengan para pelaku usaha.
“Kegiatan ini menurut kami layak untuk dilanjutkan. Yang utama adalah menjaga silaturahmi antara pemerintah dengan rekan-rekan pelaku usaha, kemudian menghadirkan peran masing-masing secara kolaboratif dan profesional dengan komunikasi yang baik,” tuturnya.

“Dinas Kesehatan sangat mendukung adanya kegiatan futsal ini. Ini juga bagian dari kesehatan di bidang olahraga. Mari kita maju bersama untuk berolahraga,” kata Sutarno.
Ia mengingatkan bahwa olahraga tidak harus selalu dilakukan dalam waktu lama. Aktivitas fisik sederhana yang dilakukan secara rutin tetap memberikan manfaat bagi kesehatan.
“Meskipun hanya lima atau sepuluh menit, kita tetap harus maju untuk berolahraga,” pungkasnya.
Dengan mengusung semangat olahraga dan silaturahmi, GPFI Cup ke-12 diharapkan tidak hanya menghasilkan kompetisi yang sportif, tetapi juga semakin memperkuat sinergi antara pelaku usaha farmasi, pemerintah, regulator dan berbagai stakeholder kesehatan di Kalimantan Timur. (Eko)
