4 Views

gerakanaktualnews.com, KUKAR – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ir. Ahmad Yani, melihat langsung kondisi Pasar Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan.

Dalam kunjungannya, ia menyoroti kondisi pasar yang dinilai belum berjalan optimal karena sebagian aktivitas jual beli justru berlangsung di luar area pasar, tepatnya di sepanjang pinggir jalan raya.

Ahmad Yani berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi serta berbagai kendala yang mereka hadapi.

Dari percakapan tersebut, diketahui sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya aktivitas jual beli di dalam pasar karena keberadaan pasar tandingan di kawasan depan atau pinggir jalan.

Menurut Ahmad Yani, kondisi tersebut membuat keberadaan pasar desa menjadi kurang maksimal.

Pedagang yang seharusnya berjualan dan melayani pembeli di dalam area pasar justru memilih berjualan di luar karena dinilai lebih ramai dan mudah dijangkau masyarakat.

“Pasar yang ada di Desa Loa Duri Ilir ini agak sepi karena memang ada pasar tandingan di pinggir jalan, di depan jalan raya,” ujar Ahmad Yani saat meninjau lokasi.

Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas ekonomi pedagang, tetapi juga berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aktivitas jual beli di bahu atau pinggir jalan berpotensi mengganggu arus lalu lintas serta mengurangi fungsi pasar yang telah disediakan pemerintah.

Karena itu, Ahmad Yani meminta Pemerintah Kabupaten Kukar mengambil langkah dan solusi terhadap keberadaan pasar tandingan tersebut.

Menurutnya, perlu ada penataan yang jelas agar aktivitas perdagangan dapat kembali terpusat di dalam pasar desa.

“Pemerintah Kabupaten tentu harus bersikap mengambil solusi supaya tidak ada lagi pasar yang di depan. Selain mengganggu keamanan dan ketertiban, pasar yang ada ini juga tidak berfungsi dengan baik,” tegasnya.

Selain persoalan pedagang yang berjualan di luar pasar, Ahmad Yani juga menyatakan komitmennya untuk melihat kebutuhan fasilitas yang diperlukan para pedagang.

Ia berharap pembenahan pasar dapat dilakukan secara bertahap sehingga pedagang merasa nyaman dan masyarakat kembali tertarik berbelanja di dalam pasar.

“Semoga sukses selalu. Nanti coba kita benahi pasarnya, apa yang dibutuhkan fasilitasnya,” katanya.

Ahmad Yani berharap penataan pasar dapat menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat.

Dengan pengelolaan yang lebih baik, Pasar Desa Loa Duri Ilir diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. (Fika)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *