gerakanaktualnews.com, SAMARINDA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMK Medika Samarinda tahun ini tampil dengan konsep yang berbeda.
Melalui kegiatan SMK Medika Bersholawat Season 2, sekolah menggelar perayaan di Mal Samarinda Square sebagai upaya menghadirkan dakwah yang lebih terbuka, modern, dan dekat dengan masyarakat.

Sekitar 700 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan orang tua mengikuti kegiatan yang dikemas dalam nuansa religius namun tetap menarik bagi generasi muda. Penampilan hadrah habsyi, tilawah Al-Qur’an, hingga tausiyah menjadi rangkaian utama dalam acara tersebut.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengatakan pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan bukan tanpa alasan.
Menurutnya, dakwah tidak harus selalu berlangsung di lingkungan sekolah atau masjid, tetapi juga dapat hadir di ruang publik agar menjangkau masyarakat yang lebih luas.
“Kenapa diadakan di mal? Kami ingin suasananya berbeda dibandingkan biasanya dalam berdakwah seperti di sekolah atau di masjid. Kami ingin dakwah hadir di tempat yang lebih dekat dengan masyarakat,” kata Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan karakter siswa.
SMK Medika ingin memberikan ruang bagi peserta didik untuk menampilkan kemampuan di bidang keagamaan, sebagaimana selama ini sekolah juga menyediakan panggung bagi prestasi olahraga dan kegiatan nonakademik lainnya.
Musmulyadi menambahkan, SMK Medika Bersholawat direncanakan menjadi agenda rutin bulanan bagi siswa muslim. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap bakat-bakat seperti habsyi dan tilawah dapat terus berkembang.
“Selama ini anak-anak banyak tampil di futsal, voli, basket, hingga tinju. Sekarang kami juga memberi panggung bagi mereka yang memiliki bakat membawakan syair Islam, habsyi, dan tilawah,” tegasnya.
Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan yang dirangkai dalam acara Hajatan Kampung dan bekerja sama dengan Gramedia serta Ramayana itu juga menjadi sarana pengembangan diri siswa di luar proses belajar mengajar dan pemagangan.
Musmulyadi berharap para siswa memiliki kesadaran beragama yang kuat sehingga ketakwaan menjadi dasar dalam bersikap, bukan sekadar karena aturan sekolah atau pengawasan guru.
Sementara itu, penceramah Muhammad Idris mengapresiasi konsep Maulid Nabi yang diusung SMK Medika Samarinda. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi cara yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan siswa kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menggali potensi mereka.
“Saya melihat SMK Medika ini unik. Anak-anak tidak hanya dijejali teori di dalam kelas, tetapi juga diajak keluar untuk mengeksplorasi potensi yang dimiliki setiap siswa. Semoga mereka semakin cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.
