13 Views

gerakanaktualnews.com, TENGGARONG – Ketua Komisi II DPRD Kukar, Eko Wulandanu, menegaskan bahwa isu paling mendesak yang saat ini menjadi fokus adalah pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian dan perikanan.

Menurutnya, penguatan dua sektor ini hanya dapat berjalan maksimal jika seluruh pihak memiliki visi yang sama.

“Apabila tidak sama dan tidak satu tujuan maka tidak akan berjalan,” ujarnya di Kantor DPPD Kukar, Jumat lalu.

Ia menekankan pentingnya keharmonisan antara eksekutif dan legislatif. Eko menjelaskan bahwa semua pemangku kepentingan akan dilibatkan dalam upaya besar ini.

Ia menuturkan bahwa kondisi yang dihadapi Kukar bukanlah persoalan lokal semata, tetapi juga dialami banyak daerah di Indonesia.

“Tentu semua stakeholder yang bisa kita libatkan, maka kita libatkan. Sebab situasi ini bukan cuma dialami oleh Kukar saja melainkan kabupaten/kota lain se-Indonesia,” tambahnya.

Lebih jauh, Eko menyoroti potensi wilayah seperti Loa Kulu, Loa Janan, dan desa-desa lainnya yang dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi pusat ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, kekuatan pangan lokal merupakan dasar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Tanpa ketahanan pangan, masyarakat tidak dapat hidup dengan sejahtera,” tegasnya.

Komisi II juga telah melaksanakan reses di Dapil Loa Janan, Loa Kulu, dan Samboja Barat untuk menyerap aspirasi masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan penyusunan kebijakan.

Ia memastikan bahwa anggaran dan program tahun 2026 akan tetap sejalan dengan RPJMD yang tengah disusun.

“Anggaran itu harus selaras dengan RPJMD yang sedang kita buat. Jadi program-program tahun 2026 ini semoga tidak berseberangan dengan RPJMD yang sudah disepakati di DPRD,” pungkasnya.(ADV/DPRDKUKAR/Vinsen).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *