gerakanaktualnews.com, TENGGARONG – Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan di Desa dan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang digelar di Hotel Grand Elty, Jumat (24/10/2025). Semangat membangun desa tangguh dan mandiri semakin berkobar di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Dalam sambutan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Sunggono, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan desa yang kuat secara ekonomi dan berdaya saing melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga desa.
Menurutnya program ketahanan pangan desa menjadi bagian penting dari upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dengan fokus pada desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, dan desa yang sehat serta sejahtera.
“Kami ingin memastikan masyarakat desa memiliki akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, dan aman, dengan tetap berlandaskan pada potensi sumber daya lokal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan minimal 20% dana desa dialokasikan untuk program ketahanan pangan, serta mendorong peran aktif BUMDes Bersama dan kelembagaan desa lainnya.
“Kita ingin memastikan program ini tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” tambahnya.
Sunggono juga menyoroti pentingnya pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah ekonomi masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala desa dan masyarakat yang telah mendukung terbentuknya koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Kukar.
“Tepuk tangan untuk seluruh masyarakat desa yang telah bekerja keras mewujudkan koperasi ini,” serunya disambut tepuk tangan peserta.
Namun, di balik antusiasme itu, ia juga mengingatkan agar koperasi tidak berjalan kaku dengan batasan program yang terlalu sempit.
“Koperasi itu harus lahir dari inisiatif masyarakat, bukan sekadar mengikuti perintah program. Kalau ada potensi lokal yang bisa dikembangkan, jangan ragu untuk melangkah,” tegasnya.
Ia mencontohkan, beberapa koperasi di desa yang bergerak di bidang pertanian membutuhkan alat panen combine harvester untuk meningkatkan efisiensi panen.
“Kalau koperasi bisa membeli dan mengelolanya, itu akan jadi aset produktif yang menguntungkan semua anggota,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sunggono juga menyoroti pentingnya sinergi antara BUMDes dan Koperasi Merah Putih agar tidak saling bersaing, melainkan saling menguatkan.
“Dua lembaga ini harus berjalan beriringan dalam mendorong percepatan pembangunan dan ketahanan pangan di desa,” katanya.
Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi perhatian utama, karena Kukar saat ini memiliki 74 titik dapur MBG yang setiap hari menyiapkan makanan bagi sekitar 3.500 anak.
“Program ini membutuhkan dukungan dari koperasi dan pelaku usaha lokal agar bahan baku bisa disuplai langsung dari desa,” ujarnya.
Kadis PMD Kukar Arianto menambahkan bahwa pihaknya sudah mulai menjalin kemitraan antara koperasi dengan pelaksana program MBG di beberapa kecamatan.
“Di Kecamatan Anggana, misalnya, koperasi sudah dilibatkan dalam penyediaan bahan baku untuk dapur MBG. Ini langkah kecil, tapi sangat berarti bagi kemandirian desa,” ujarnya.
Melalui kegiatan Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap seluruh kepala desa, pengurus koperasi, dan BPD dapat memiliki kesamaan persepsi dan strategi dalam mengelola program ketahanan pangan serta koperasi berbasis potensi lokal.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Kukar terus melangkah menuju desa-desa mandiri dan tangguh pondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045. (ADV/PROKOMKUKAR/Vsn).
